Top 10 IPOTFUND_25-8-2016

Market Brief: AS dan Asia Melorot, IHSG Diprediksi Berkutat di Rentang Konsolidasi

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (25/8) dibuka melemah, mengikuti  tren penurunan indeks saham acuan di bursa saham AS, di tengah kejatuhan harga minyak dan pergeseran ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga AS pada September mendatang.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka turun 0,25 persen pada sesi awal perdagangan. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham perbankan, energi dan pertambangan dasar, seiring penurunan harga minyak dan komoditas pertambangan. Tekanan indeks mereda menjadi turun 0,19% (-10,77 poin) ke level 5.550,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 bergerak melemah 0,30% (-49,42 poin) di posisi 16.547,88, setelah dibuka dengan mencatatkan penurunan 0,45 persen. Pelemahan kurs yen terhadap dolar AS belum mampu mendorong kenaikan semua saham eksportir yang bergerak mixed.

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melemah 0,28% dan berlanjut sedikit mebaik menjadi minus 0,18% di level 2.040,07. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis 0,03% di posisi 22.814,37. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,40% menjadi 3.073,44.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin tak berdaya menghadapi tekanan jual asing dan terpuruk di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan, IHSG hari ini akan tetap berkutat dalam rentang konsolidasi, secara teknikal indeks masih cenderung bearish. Reli harga saham akan mulai bergulir setelah tekanan jual mereda.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, Melemahnya bursa saham Wall Street dan Regional serta turunnya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks, di sisi lain rilisnya paket kebijakan ekonomi ke-13 diperkirakan membawa angin segar hari ini. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas di rentang support 5.380 dan resistance 5.435. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BSDE [BSDE 2,240 50 (+2,3%)] (Spec Buy, TP: Rp2.780, Support: Rp2.200), BBTN [BBTN 1,985 30 (+1,5%)] (Spec Buy, TP: Rp2.010, Support: Rp1.960), MNCN [MNCN 1,980 170 (+9,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.150, Support: Rp1.810), BBNI [BBNI 5,825 25 (+0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp5.875, Support: Rp5.775).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah didorong oleh aksi jual pada saham produsen obat-obatan, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Penurunan harga minyak dan logam menyeret kejatuhan harga saham energi dan pertambangan logam. Investor mulai mengantisipasi kemungkinan bahwa Yellen akan mendukung komentar para pejabat bank sentral yang merekomendasikan kenaikan suku bunga acuan pada awal bulan depan.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,35% (-65,82 poin) ke posisi 18.481,48.
Standard & Poor’s 500 turun 0,52% (-11,46 poin) ke level 2.175,44.
Nasdaq Composite melorot 0,81% (-42, 38poin) menjadi 5.217,69.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik o,50% menjadi US$26,11.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir cenderung menguat dengan hanya menempatkan indeks FTSE 100 Inggris di zona merah, tertekan pelemahan harga minyak. Reli harga saham perbankan mendorong penguatan indeks blue-chip DAX. Analis mengatakan, investor oportunis melakukan aksi beli saham perbankan ketika pasar masih menunggu pidato Gubernur The Fed, Jumat besok. Optimisme masih mendominasi pasar setelah rilis sejumlah data ekonomi zona euro yang melebihi ekspektasi, setelah Brexit.

FTSE 100 turun 0,48% (-32,73 poin) menjadi 6.835,78.
DAX-30 Frankfurt naik 0,28% (30,09 poin) ke level 10.622,97.
CAC 40 Paris naik 0,32% (14,02 poin) di posisi 4.435,47.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan membukukan penguatan karena investor mulai mengekspektasikan kemungkinan adanya petunjuk kenaikan suku bunga dalam pidato Gubernur The Fed,  di ajang Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming, Jumat. Laju penguatan dolar terhambat rilis data penjualan rumah AS periode Juli, yang turun 3,2 persen menjadi 5,39 juta unit, dari 5,57 juta pada bulan sebelumnya. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS naik 0,26 persen menjadi 94,786.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1263 -0.0001 -0.01% 6:42 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3233 0.0001 +0.01% 6:41 PM
Yen (USD-JPY) 100.46 0.01 +0.01% 6:43 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6590 0.0181 +0.27% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,251.50 29.50 +0.22% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 24/8/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah tertekan lonjakan cadangan minyak mentah AS. Rilis data persediaan minyak komersial memperlihatkan peningkatan 2,5 juta barel pada pekan lalu, bertolak belakang dengan ekspektasi penurunan sekitar 445.000 barel. Impor minyak mnetah AS selama empat pekan terakhir meningkat 8,5 juta barel, 13, persen lebih tinggi dibanding data tahun lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Oktober turun US$1,33 menjadi US$46,77 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 91 sen menjadi US$49,05 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi anjlok di tengah pergeseran ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan depan. Kenaikan nilia tukar dolar ikut menekan harga emas. Pasar menunggu rilis sejumlah data makroekonomi Amerika, seperti barang tahan lama dan klaim pengangguran mingguan, yang akan diumumkan Kamis, dan laporan produk domestik bruto, Jumat.

Harga emas untuk pengiriman Desember anjlok US$16,4 (-1,22%) menjadi US$1.329,7 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,97% menjadi US$1.324,42 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Top 10 IPOTFUND_23-8-2016

Market Brief: Eropa dan AS Melemah, Asia Variatif, IHSG Cenderung Mixed

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (23/8) dibuka bervariasi, setelah bursa saham Eropa dan AS ditutup melemah, di tengah penurunan harga minyak dan penguatan dolar AS, jelang pidato pimpinan Federal Reserve AS, Jumat pekan ini.

Perdagaangan di bursa saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan index ASX 200 Australia sebesar 0,29% pada sesi awal perdagangan, ditopang oleh kenaikan harga saham keuangan. Harga saham energi dan pertambangan logam melemah, terpengaruh penurunan harga minyak dan komoditas global. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,54% (29,65 poin) di posisi 16.537,15 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 turun 0,37% (-61,04 poin) ke level 16.527,15, setelah dibuka melorot 0,35% tertekan oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS pada pembukaan pasar Asia. Harga saham-saham eksportir, terutama di bidang otomotif turun hingga 1 persen lebih.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,21%, dan berlanjut mereda, menjadi 0,06% di posisi 2.043,48. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,31% ke level 22.927,47. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,10% menjadi 3.081,57.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan di bursa saham Eropa dan AS namun cenderung menguat di bursa saham Asia, setelah kemarin bergerak berfluktuasi dan ditutup di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan pola penguatan menuju level 5.500. Namun indeks dinilai masih berpotensi mengalami koreksi sehingga cenderung bergerak mixed.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih adanya dampak dari kebijakan Bank Indonesia pasca pemberlakuan repo rate yang berhasil menopang pergerakan indeks, diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 5.395 dan resistance 5.460.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BJTM [BJTM 625 25 (+4,2%)] (Spec Buy, TP: Rp650, Support: Rp600), KLBF [KLBF 1,720 20 (+1,2%)] (Sell on Strength, TP: Rp1.735-1.750, Support: Rp1.705), SCMA [SCMA 3,240 120 (+3,8%)] (Spec Buy, TP: Rp3.290, Support: Rp3.190), PTPP [PTPP 4,590 10 (+0,2%)] (BoW, Resist: Rp4.600, Support: Rp4.540).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tipis tertekan oleh penurunan harga minyak yang membebani sektor energi, dengan diimbangi penguatan di sektor bioteknologi. Pasar menunggu pidato pimpinan Federal Reserve Janet Yellen di pertemuan bank sentral tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Jumat besok, di tengah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed.

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,12% (-23,15 poin) menjadi 18.529,42.
Standard & Poor’s 500 turun tipis 0,06% (-1,23 poin) di posisi 2.182,64.
Nasdaq Composite naik tipis 0,12% (6,22 poin) ke level 5.244,60.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok1,36% menjadi US$26,15.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif di tengah spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, yang memberikan tekanan terhadap nilai tukar euro. Tekanan terhadap indeks juga disebabkan oleh penurunan harga minyak yang menurunkan harga saham-saham energi dan pertambangan logam dasar.

FTSE 100 London, turun 0,44% (-30,41 poin) menjadi 6.828,54.
DAX-30 Frankfurt, melorot 0,47% (-50,01 poin) ke level 10.494,35.
CAC 40 Paris melemah 0,24% (-10,58 poin) di posisi 4.389,94.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat didukung pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed, sehingga menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Deputi Gubernur Federal Reserve, Stanley Fischer, akhir pekan lalu, mengatakan ekonomi AS semakin mendekati target bank sentral. Presiden The Fed di sejumlah negara bagian, sebelumnya mengatakan, ekonomi AS cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS, naik 0,01 persen menjadi 94,52.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1321 0.0001 +0.01% 6:43 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3138 0.0001 +0.01% 6:43 PM
Yen (USD-JPY) 100.36 0.03 +0.03% 6:48 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6507 -0.0025 -0.04% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,226.00 63.00 +0.48% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/8/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah dan ditutup dengan mencatatkan penurunan tajam hingga lebih 3 persen. Penguatan dolar AS dan situasi terkini di China, Nigeria, dan Irak membuka kemungkinan lonjakan persediaan minyak. China dilaporkan meningkatkan ekspor produk olahan minyak. Irak mengisyaratkan peningkatan output dari ladang minyak Kirkuk hingga 150.000 barel per hari. Kelompok pemberontak di Nigeria mengumumkan gencatan senjata bersyarat dan setuju untuk mengadakan pembicaraan setelah serangan terhadap fasilitas minyak dan gas utama di negara tersebut.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun US$1,72 (-3,03%) menjadi US$49,16 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan September turun US$1,47 (-3,O3%) menjadi US$47,05 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, tertekan penguatan dolar AS akibat peningkatan ekspaktasi kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun ini. Investor menunggu pidato pimpinan The Fed, Jumat besok, untuk mendapatkan petunjuk tentang suku bunga dalam jangka pendek. Laporan Chicago Federal Reserve, menunjukkan Indeks Kegiatan Nasional meningkat menjadi 0,27 poin sepanjang periode Juli, lebih kuat dari perkiraan.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$2,8 (-0,21%) menjadi US$1.343,4 per ounce.
Harga emas di pasar spot turuun 0,31% menjadi US$1.337,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Top 10 IPOTFUND_22-8-2016

Market Brief: Asia Dibuka Variatif, IHSG Menunggu Katalis Positif

Ipotnews – Mengawali pekan ini (Senin,22/8) bursa saham Asia dibuka bervariasi cenderung melemah, setelah bursa saham Eropa dan Wall Street membukukan pelemahn pada penutupan bursa akhir pekan lalu. Pasar menunggu arah pidato pimpinan Federal Reserve dalam pertemuan bankir di Jackson Hole, Jumat mendatang.

Perdagangan saham Asia diawali dengan pergerakan mendatar indeks ASX 200 Australia di kisaran 5.523,20 pada sesi awal perdagangan. Pasar mencatatkan penurunan pada saham-saham sektor pertambangan dan energi, di tengah penguatan sektor telekomunikasi. Pergerakan indeks ASX 200 turun tipis 0,01% (-0,68 poin) di posisi 5.526,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang mencatatkan kenaikan 0,06% (10,23 poin) menjadi 16.556,05, setelah dibuka meguat 0,16 persen, ditopang oleh pelemahan yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan, memimpin penurunan, dibuka melorot 0,54%, dab berlanjut turun 0,53% ke level 2.045,36. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik tipis 0,02% menjadi 22.941,53. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,02% di posisi 3.107,38.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, adanya respon negatif dari pelaku pasar setelah diberlakukannya repo rate yang mengindikasikan adanya kebingungan investor pada kebijakan Bank Indonesia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah di rentang support 5.355 dan resistance 5.460.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INCO [INCO 2,890 60 (+2,1%)] (Sell, Resist: Rp2.950, Support: Rp2.800), CTRA [CTRA 1,705 20 (+1,2%)] (Spec Buy, TP: Rp1.725, Support: Rp1.685), PPRO [PPRO 800 -5 (-0,6%)] (BoW, Resist: Rp810, Support: Rp790-780), ADHI [ADHI 2,820 40 (+1,4%)] (SoS, TP: Rp2.860, Support: Rp2.780).

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan di bursa saham global akhir pekan lalu, dan kecenderungan penurunan pada pembukaan bursa Asia, setelah pekan lalu gagal menembus 5.500 dan berakhir di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan, pergrekan IHSG hari ini akan bertahan di atas 5.400 sambil berupaya menembus 5.500 dengan dorongan aliran masuk modal asing. Namun akan sulit nagi indeks untuk bergerak naik tanpa adanya katalis positif.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup melemah setelah berfluktuasi ketat, karena investor tetap berhati-hati di tengah komentar-komentar “hawkish” para pejabat Federal Reserve, tentang kenaikan suku bunga AS. Kenaikan harga minyak saat menjelang akhir penutupan pasar, tak mampu mendongkrak harga saham-saham energi.

Dow Jones Industrial Average turun 0,24% (-45,13 poin) berakhir di 18.552,57, turun 0,1% dalam sepekan.
S&P 500 melemah 0,14% (-3,15 poin) menjadi 2.183,87 turun 0,18% dalam sepekan.
Nasdaq Composite turun tipis 0,03% (-1,77 poin) di posisi 5.238,38, naik 0,1% dalam sepekan.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,01% menjadi US26,51.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak menjelang referendum Brexit. Spekulasi rebound yang terjadi akhir-akhir ini dinilai sudah berlebihan. Hampir seluruh sektor industri mengalami pelemahan, terutama sektor pertambangan dan perbankan. Sikap skeptis terhadap kemampuan stimulus bank sentral menjadi pemicu aksi jual.

FTSE 100 London melemah 0,15% (-10,01 poin) menjadi 6.858,95.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,55% (-58,67 poin) ke posisi 10.544,36.
CAC 40 Paris anjlok 0,82% (-36,54 poin) di level 4.400,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup menguat, mengembalikan posisinya setekah mengelamai pelemahan hampir drlapan pekan terhadap euro. “Paduan suara” sejumlah pejabat The Fed menyuarakan sinyal dukungan terhadapkenaiak suku bunga pada pertemuan September nanti, menjadi pendorong kenaikan dolar AS. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS, naik 0,30% menjadi 95,46.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change
Euro (EUR-USD) 1.1325 -0.0029 -0.26%
Poundsterling (GBP-USD) 1.3075 -0.0093 -0.71%
Yen (USD-JPY) 100.22 0.33 +0.33%
Yuan (USD-CNY) 6.6532 0.022 +0.33%
Rupiah (USD-IDR) 13,163.00 43.50 +0.33%

Sumber : Bloomberg.com, 19/8/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, akhir pekan lalu ditutup bervariasi setelah berfluktuasi ketat selama sesi perdagangan, mencatatkan kenaikan selama tujuh hari berturut-turut. Harga kontrak minyak mentah mencatatkan kenaikan sekitar 15 persen dalam enam sesi terakhir, didukung spekulasi bahwa OPEC dan produsen minyak dunia non-OPEC akan bersepakat membekukan produksi. Baker Hughes mengatakan, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS naik 10 rig menjadi 406 pada pekan lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan September naik 30 sen menjadi US$49,52 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 17 sen menjadi US$50,72 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan ditutup melemah, tertekan penguatan dolar AS, meninggalkan tren penguatan yang terjadi dalam 4 hari terakhir. Emas merespon negatif sinyal polemik di antara para petinggi The Fed mengenai kepastian waktu kenaikan suku bunga acuan. Harga emas masih mengat sekitar 0,6 persen kumulatif sepanjang pekan ini.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$11 (-0,81%) menjadi US$1.346,2 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi $1.337,37 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Top 10 IPOTFUND_19-8-2016

Market Brief: Global Menguat, IHSG Berpeluang Tembus 5.500

Ipotnews – Jelang akhir pekan (Jumat,19/8) bursa saham Asia dibuka menguat ditopang oleh kenaikan harga komoditas dan tren kenaikan indeks di bursa saham Eropa dan AS.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia menguat 0,1 persen pada sesi awal perdagangan didorong kenaikan harga saham pertambangan dan energi. Harga saham emiten keuangan melemah, terpengaruh oleh revisi proyeksi peringkat empat bank besar Australia oleh Moody’s, dari stabil menjadi negatif. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,37% (20,58 poin) ke level 5.528,40 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,56% (92,86 poin) ke posisi 16.578,87, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,42%. Kenaikan indeks didukung oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS pada pembukaan pasar Asia, mendongkrak harga saham-saham eksportir sektor otomotif.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar dan berlanjut bergeming di kisaran 2.055,15. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,57% ke level 23.153,74. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,12% di possisi 3.100,39.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diwarnai sentimen positif kenaikan indeks saham acuan di bursa saham acuan global dan harga komoditas, setelah kemarin berjaya di teritori positif menembus level 5.450. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren penguatan seiring adanya ekspektasi positif rilis Bank Indonesia 7day Repo Rate. Indeks berpeluang menembus 5.500 dengan dukungan aliran masuk dana asing.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta masih adanya respon positif para pelaku pasar terhadap pemaparan asumsi makroekonomi dalam RAPBN 2017 dan terus mengalirnya dana yang masuk ke dalam negeri diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat di rentang support 5.385 dan resistance 5.525.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: GGRM [GGRM 67,500 2700 (+4,2%)] (Spec Buy, TP: Rp69.625, Support: Rp65.475), TLKM [TLKM 4,250 110 (+2,7%)] (Spec Buy, TP: Rp4.310, Support: Rp4.190), INDF [INDF 8,250 350 (+4,4%)] (Spec Buy, TP: Rp8.550, Support: Rp7.950), PGAS [PGAS 3,170 220 (+7,5%)] (Spec Buy, TP: Rp3.380, Support: Rp2.960)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penguatan tipis pada semua indeks saham terdorong oleh kenaikan harga saham-saham sektor energi hingga 1,8 persen, ditopang penguatan harga minyak mentah lebih dari 3 persen. Optimisme pasar mengangkat harga saham Wal-Mart hampir 2 persen ke level tertinggi sejak 14 bulan terakhir. Klaim mingguan angka pengangguran AS turun 4.000 menjadi 262.000.

Dow Jones Industrial Average naik 0,13% (23,76 poin) ke level 18.597,7.
Standard & Poor’s 500 menguat 0,22% (4,8 poin) ke posisi 2.187,02.
Nasdaq Composite tumbuh 0,22% (11,49 poin) menjadi 5.240,15.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,10% menjadi US$26,78.

Bursa saham utama Eropa tadi malam rebound merespon rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli lalu, yang tidak mengindikasikan akan segera menaikkan suku bunga AS. Harga saham-saham berbasis komoditas melaju di tengah kenaikan harga minyak mentah, namun sebaliknya harga saham di sektor keuangan cenderung melemah. Deutsche Boerse menduduki posisi teratas daftar peraih keuntungan terbesar dengan kenaikan 3,71 persen. Data penjumalan ritel Inggris periode Juli naik 1,4 persen, jauh melampaui ekspektasi sebesar 0,2 persen.

FTSE 100 di London, naik 0,14% (9,81 poin) menjadi 6.868,96.
DAX-30 Frankfurt, melaju 0,62% (65,36 poin) ke posisi 10.603,03.
CAC 40 Paris menguat 0,44% (19,38 poin) ke level 4.437,06.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah, tertekan dampak rilis risalah pertemuan The Fed yang tidak mengindikasikan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Beberapa peserta memilih untuk menunda kenaikan suku bunga sampai lebih yakin bahwa inflasi bergerak mendekati dua persen secara berkelanjutan.” Para analis mengatakan risalah tersebut gagal memberikan sinyal yang jelas tentang langkah-langkah The Fed berikutnya, sehingga membebani greenback pada perdagangan Kamis.

Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS turun 0,59 persen menjadi 94,157.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1352 -0.0002 -0.02% 6:43 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3166 -0.0002 -0.02% 6:43 PM
Yen (USD-JPY) 100.05 0.16 +0.16% 6:49 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6312 -0.0032 -0.05% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,119.50 -27.00 -0.21% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/8/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi melanjutkan reli harga minyak, mengantarkan Brent ke atas US$50 per barel. Tren kenaikan harga minyak selama Agustus ini didukung pernyataan Arab Saudi dan produsen lain bahwa eksportir minyak utama bisa menyetujui pembatasan produksi bulan depan, kendati Arab Saudi, tak berhenti memberi sinyal untuk menambah pasokan minyaknya selama Agustus ini. Data mingguan stok minyak mentah AS turun 2,5 juta barel dan stok bensin merosot 2,7 juta barel. Pelemahan dolar ikut mendongkrak harga minyak.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober naik US$1,04 menjadi US$50,89 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan September naik US$1,43 menjadi US$48,22 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penguatan didorong oleh pelemahan dolar AS pasca rilis risalah pertemuan Teh Fed Juli lalu. Harga emas juga mendapatkan dukungan dari laporan Federal Reserve Philadelphia yang menunjukkan Indeks Kondisi Bisnis Umum bergeming di posisi 2,0 selama periode Agustus. Analis mencatat kendati angka ini sesuai ekspektasi, tetapi langkah-langkah tertentu yang ditunjukkan dalam laporan itu lebih buruk dari perkiraan. Pesanan baru turun menjadi negatif 7,2, dan backlog order menyusut jadi negatif 15,0, terlemah sepanjang 2016.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$8,4 (0,62%) menjadi US$1.357,2 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,33% menjadi US$1.362,61 per ounce.  (AFP, CNBC, Reuters)

Market Brief: Global Bervariasi, IHSG Berusaha Tembus 5.400

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (18/8) dibuka bervariasi, dengan mencatatkan penurunan indeks di bursa saham Jepang, setelah bursa saham Eropa dan AS ditutup dengan perbedaan arah, sebelum dan sesudah rilis risalah hasil pertemuan FOMC AS Juli lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan indeks ASX 200 Australia di garis mendatar di kisaran 5.539, kendati indeks saham pertambangan naik 0,75% pada sesi awal perdagangan. Indeks bergerak melemah, menjadi turun 0,30% (-16,75 poin) di level 5.518,30 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,45% (-75,63 poin) di posisi 16.670,01, setelah dibuka melorot lebih dari 1 persen, tertekan oleh penguatan nili tukar yen terhadap dolar AS. Rilis data ekspor Jepang periode Juli menunjukkan14 persen dibanding tahun lalu, terburuk dalam 7 tahun terakhir. Sedangkan impor anjlok 24,7 persen.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,16% dan berlanjut naik 0,22% menjadi 2.048,21. Indeks Hang Seng, Hongkong melaju 1,08% ke level 23.046,69. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,10% di posisi 3.112,61.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks global yang bervariasi dengan kecenderungan pelemahan di bursa saham Asia, setelah berakhir di teritori positif sebelum libur Hari Kemerdekaaan RI. Sejumlah analis memperkirakan, IHSG akan melanjutkan reli pada hari ini kembali ke atas level 5.400. Indeks diprediksi mixed menunggu katalis positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, respon positif setelah pengumuman asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain munculnya kondisi keseimbangan primer dalam RAPBN 2017 yang kurang sehat diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 5.335 dan resistance 5.405.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASII [ASII 7,875 25 (+0,3%)] (Spec Buy, TP: Rp7.950, Support: Rp7.775), CPIN [CPIN 3,850 120 (+3,2%)] (Spec Buy, TP: Rp3.960, Support: Rp3.740), INTP [INTP 18,500 500 (+2,8%)] (Spec Buy, TP: Rp18.900, Support: Rp18.100), WIKA [WIKA 3,200 160 (+5,3%)] (Spec Buy, TP: Rp3.350, Support: Rp3.050).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan moderat pada semua indeks saham acuan, setelah rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Risalah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pendapat antara para pejabat The Fed mengenai waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga, dengan memperhatikan sejumlah data perekonomian AS yang belum stabil. Investor menunggu sinyal dan petunjuk selanjutnya mengenai kemungkinan waktu kenaikan suku bunga AS. Kenaikan harga minyak ikut mendongkrak indeks.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,12% (21,92 poin) menjadi 18.573,94.
S&P 500 naik 0,19% (4,07 poin) ke level 2.182,22.
Nasdaq Composite melangkah 0,03% (1,55 poin) di posisi 5.228,66.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchangenaik 0,08% menjadi US$26,23.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan penurunan, merespons spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga AS, sehingga membebani sentimen investor. Investor Inggris bereaksi negaif terhadap rilis angka pengangguran kuratal kedua negara itu, yang bertahan di angka 4,9 persen. Di bursa saham Frankfurt Jerman, hanya dua di antara 30 saham anggota indeks DAX yang mencatatkan kenaikan yaitu Deutsche Boerse dan Adidas. Secara keseluruhan pasar masih memperlihatkan ketidakpuasan terhadap rilis kinerja keuangan sejumlah emiten.

FTSE 100 London turun 0,50% (-34,77 poin) menjadi 6.859,15 poin.
DAX-30 Frankfurt melorot 1,30% (-138,98 poin) ke level .10.537,67.
CAC 40 Paris anjlok 0,96% (-42,76 poin) di posisi 4.417,68.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah teroengaruh oleh rilis risalah pertemuan kebijakan Juli Federal Reserve yang memperlihatkan perbedaan pendapat para pejabat The Fed tentang kenaikan suku bunga. Beberapa pejabat mendesak untuk segera menaikkan The Fed rate mengingat pasar tenaga kerja yang cukup kuat, dan lainnya lebih memilih untuk menunggu sampai inflasi memenuhi target. Para analis mengatakan risalah tersebut gagal memberikan sinyal yang jelas menganai langkah The Fed selanjutnya, sehingga membebani greenback. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS turun 0,08 persen menjadi 94,718.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

 

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1290 0.0001 +0.01% 6:41 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3043 0.0001 +0.01% 6:41 PM
Yen (USD-JPY) 100.06 -0.22 -0.22% 6:42 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6344 0.0090 +0.14% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,146.50 61.50 +0.47% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/8/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, untuk sesi perdagangan Rabu, berakhir dengan sedikit mencatatkan kenaikan. Penguatan harga minyak ditopang laporan persediaan mingguan AS yang menunjukkan penurunan signifikan stok minyak mentah sebesar 2,5 juta barel per hari, dan stok bensin bensin turun 2,7 juta barel pada akhir pekan lalu, Namun data Departemen Energi AS menunjukkan adanya peningkatan produksi minyak mentah AS sebesar 152.000 barel per hari.

Harga minyak WTI untuk pengiriman September naik 21 sen menjadi US$46,79 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Oktober naik 62 sen menjadi US$49,85 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve. Sejauh ini investor masih meyakini bahwa meskipun bank sentral membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada tahun ini, namun masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Akan tetapi, risalah pertemuan The Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mengekspektasikan untuk segera menaikkan suku bunga meskipun harus menunggu dukungan data perekonomian AS lebih lanjut.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$8,1 (-0,6%) menjadi US$1.348,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,03% menjadi US$1.346,11 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Top 10 IPOTFUND_18-8

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,700 other followers