top-10-ipotfund_21-2

top-10-ipotfund_20-2

Penambahan 1 Produk Reksa Dana yang Available For Purchase di IPOTFUND

Diinformasikan bahwa, Jumat 17 Februari 2017 jumlah Reksa Dana Available for Purchase di IPOTFUND telah bertambah 1 Reksa Dana dimana sebelumnya 154 menjadi 155 Reksa Dana dan dari 31 Manajer Investasi.

Reksa dana dari PT Maybank Asset Management dengan produk reksa dana sbb:

Maybank Syariah Equity (EF)

top-10-ipotfund_17-2

top-10-ipotfund_16-2

Market Brief: Global Menguat, Tren Pelemahan Asia Bayangi Pergerakan IHSG

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (Kamis, 16/2) dibuka cenderung melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks saham Wall Street dan Eropa, di tengah penurunan harga minyak dunia, pasca pidato Ketua Federal Reserve, Janet Yellen di depan Kongres AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,13 persen pada awal sesi perdagangan, setelah sempat dibuka menguat 0,3%. Pelemahan indeks berlanjut 0,17% (-9,77 poin) ke level 5.799,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,15% (-29,29 poin) menjadi 19.408,69, setelah dibuka turun 0,16%, terpengaruh pelemahan indeks dolar AS di pembukaan bursa Asia. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,33 persen  namun berlanjut dengan berbalik turun 0,21% ke level 2.079,83.

Membaik tekanan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,60% ke level 24.139,31 pada pukul 8:35 WIB. Namun Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,08% di posisi 3.210,36.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa global yang berlanjut melemah di bursa Asia. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi bergerak menguat pasca pilkada serentak di sejumlah, kendati masih didera aksi jual. Namun secara teknikal, indeks mlai mengakhiri pergerakan penguatan dengan cenderung terkonsolidasi, bergerak negatif ke area overbought.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan kembali mencatatkan rekor tertinggi didorong oleh rilis data ekonomi yang positif, serta optimisme bahwa Presiden AS Donald Trump akan memotong pajak perusahaan. Data penjualan ritel AS pada Januari meningkat hingga 0,4%, melebihi perkiraan. Indeks harga konsumen periode yang sama naik 0,6% dibanding bulan sebelumnya, kenaikan bulanan tertinggi sejak Februari 2013. Sebelumnya, Janet Yellen dalam testimoni di hadapan Kongres AS menyatakan sikap bahwa bank sentral AS tetap pada rencana menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang, kendati mengakui bahwa pertumbuhan perekonomian AS masih lemah.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,52% (107,45 poin) ke posisi 20.611,86.
Standard & Poor’s 500 menguat 0,50% (11,67 poin) menjadi 2.349,25.
Nasdaq Composite melesat 0,64% (36,87 poin) ke level 5.819,44.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,08% menjadi US$25,00.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat, ditopang oleh kinerja emiten yang positif dan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi Eropa yang lebih baik, kendati diwarnai ketidakpastian politik jelang pemilu di sejumlah negara Eropa. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,34% ke posisi 371,47, ditopang oleh kenaikan saham di sektor perbankan hingga 1,4%. Kenaikan indeks juga terpengaruh oleh pernyataan  Yellen, Selasa lalu yang tetap mempertahnkan rencana menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang.

FTSE 100 London naik 0,47% (33,85 poin) menjadi 7.302,41.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,19% (22,12 poin) di posisi 11.793,93.
CAC 40 Paris melaju 0,59% (29,04 poin) ke level 4.924,86.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan kemarin, sempat menyentuh level tertinggi, namun ditutup di zona merah diserang aksi ambil untuung.Rilis Indeks Harga Konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan periode Januari naik 0,6 persen, mengalahkan konsensus pasar 0,3 persen. Selama 12 bulan terakhir, indeks all item tersebut menguat 2,5 persen. Data penjualan layanan ritel dan makanan periode Januari berada di level US$472,1 miliar, naik 0,4 persen dari bulan sebelumnya, melebihi perkiraan kenaikan sebesar 0,1 persen. Namun produksi industri AS periode Januari menyusut 0,3 persen, di bawah ekspektasi pasar. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,14% menjadi 101.110.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.0596 -0.0005 -0.05% 5:46 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.2463 0.0002 +0.02% 5:46 PM
Yen (USD-JPY) 114.21 0.05 +0.04% 5:46 PM
Yuan (USD-CNY) 6.8711 0.0036 +0.05% 10:25 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,317.00 -12.50 -0.09% 3:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/2/2017 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, tertekan oleh kekhawatiran akan  melimpahnya pasokan global karena peningkatan stok minyak mentah AS. Badan Infrmasi Energi AS melaporkan stok minyak mentah AS, sepanjang pekan lalu melonjak 9,5 juta barel, tig akli lipat melebihi perkiraan, menjadi 518,1 juta, naik 9,6 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan tersebut melanjutkan peningkatan 13,8 juta barel pada pekan sebelumnya, naik selama enam pekan berturut-turut.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret, turun 9 sen menjadi US$53,11 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April, turun 24 sen menjadi US$55,73 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir menguat, mengalami technical bouncing didukung depresiasi dolar AS. Laju harga emas tertahan oleh indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa. Investor meyakini, kenaikan harga emas akan cenderung berumur pendek karena The Fed, mengisyaratkan kenaikan suku bunga bulan depan.

Harga emas untuk pengiriman Maret naik US$7,7 (0,63%) menjadi US$1.233,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,23% menjadi US$1.231,01 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

top-10-ipotfund_13-2

top-10-ipotfund_10-2

top-10-ipotfund_9-2