top-10-ipotfund_26-9

Market Brief: Asia Dibuka Melemah, IHSG Mixed Berupaya Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews – Masuki pekan terakhir September (Senin,26/9), bursa saham Asia dibuka melemah terpengaruh sentimen negatif jelang debat calon presiden AS dan pertemuan informal OPEC pada pekan ini.

Mengawali perdagangan hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 sebesar 0,43 persen, tertekan oleh penurunan harga saham energi hingga 0,77 persen, diikuti pelemahan harga saham sektor pertambangan dasar dan sektor keuangan. Tekanan penurunan indeks mereda menjadi melemah 0,08% (-4,50 poin) di posisi 5.426,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,53% (-89,01 poin) ke level 16.665,01, setelah dibuka melorot 0,59 persen. Pergerakan nilai tukar yen terhadap dolar menjadi faktor penekan pergerakan indeks saham.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,18% dan berbalik naik 0,20% menjadi 2.058,18. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,56% ke level 23.554,83 pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,19% di posisi 3.028,24.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahaan saham di bursa saham global akhir pekan lalu dan regional hari ini, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan jelang penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam fase konsolidasi, berupaya melanjutkan pola penguatan untuk memasuki tren kenaikan jangka pendek di tengah kondisi jenuh beli. IHSG diprediksi bergerak mixed dengan tren menguat disertai koreksi tipis jika tidak berhasi mendekati level tertinggi baru.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melamahnya bursa global dan regional serta turunnya harga minyak mentah dunia, diprediksi menjadi sentimen negatif. Di sisi lain, mulai terlihatnya capaian target dari pengampunan pajak diprediksi menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 5.350 dan resistance 5.420.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPPF [LPFF 0 0 (+0,0%)] (Spec Buy, TP: Rp19.550, Support: Rp18.800), ASII [ASII 8,375 -225 (-2,6%)] (Sell, Resist: Rp8.800, Support: Rp8.400), KLBF [KLBF 1,720 -20 (-1,1%)] (Spec Buy, TP: Rp1.760, Support: Rp1.720), BMRI [BMRI 11,600 100 (+0,9%)] (Sell, Resist: Rp11.650, Support: Rp11.350).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu melemah, tertakan aksi ambil untung setelah bergerak naik selama tiga hari berturut-turut. Kejatuhan harga minyak menekan harga saham energi lebih dari 1 persen, menyeret turun nilai indeks saham unggulan. Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS periode September versi Markit yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 51,4 dari 52,0 pada Agustus lalu. Namun secara keseluruhan indeks saham Wall Street membukukan kenaikan;  Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,0 persen, 1,7 persen dan 3,5 persen.

Dow Jones Industrial Average anjlok 0,71% (-131,01 poin)  menjadi 18.261,45.
S&P 500 turun 0,57% (-12,49 poin) ke posisi 2.164,69.
Nasdaq Composit melorot 0,63% (-33,78 poin) di level 5.305,75.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 1,39% menjadi US$26,25.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga dilanda aksi ambil untung dan ditutu dengan membukukan penurunaan indeks harga saham acuan. Indeks saham gabungan Eropa Stoxx 600 turun 0,7 persen. Sektor perbankan mengalami penurunan terburuk setelah melakukan reli pada sesi-sesi  sebelumya. Rilis kilasan indeks PMI zona euro periode September turun mendekati level terendah dalam dua tahun terakhir, sebesar 52,6, dari 52,9 pada Agustus lalu,  yang mengindikasikan kerapuhan kondisi ekonomi kawasan tersebut.

FTSE 100 London turun tipis 0,03% (-1,97 poin) menjadi 6.909,43.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,44% (-47,21 poin) ke level 10.626,97.
CAC 40 Paris melorot 0,47% (-21,13 poin) ke posisi 4.488,69.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup menguat tipis, ditopang pernyataan hawkish sejumalh pejabat Bank Sentral AS. Mereka berpendapat laju inflasi sudah terlalu tinggi sehingga harus diredam dengan cara menaikkan suku bunga atau pengurangan stimulus. Analis berpendapat, kenaikan dolar juga didukung oleh upaya investor untuk mengamankan posisinya menjelang debat calon presiden AS, Senin malam di AS. Indeks dolar AS, yang mengukur dollar (greenback) terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS naik 0,03 persen menjadi 95,481.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change
Euro (EUR-USD) 1.1226 0.0018 +0.16%
Poundsterling (GBP-USD) 1.2966 -0.0112 -0.86%
Yen (USD-JPY) 1.2966 -0.0112 -0.86%
Yuan (USD-CNY) 6.6694 0.0046 +0.07%
Rupiah (USD-IDR) 13,081.00 7.00 +0.05%

Sumber : Bloomberg.com, 23/9/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan penurunan tajam, tertekan oleh pernyataan Arab Saudi yang mengabaikan kemungkinan tercapainya kesepakatan pembatasan produksi dalam pertemuan negara-negara produsen minyak pekan depan. Negara-negara anggota OPEC dan Rusia dijadwalkan akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional di Aljazair pada 26-28 September. Baker Hughes melaporkan, jumlah anjungan minyak yang beroperasi di AS hingga akhir pekan sebelumnya naik 2 rig menjadi 418. Namun sepenajjnag pekan lalu, harga minyak WT sudah mengalami kenaikan hampir mencapai 5 persen, dan minyak Brent naik sekitar 1,6 persen.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November turun US$1,84 menjadi US$44,48 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman November turun US$1,76 menjadi US$45,89 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhhir pekan lalu juga ditutup dengan membukukan penurunan, tergerus oleh aksi ambil untung para trader emas. Harga emas sempat menguat karena rilis Indeks Manufaktur PMI Markit turun menjadi 51,4, berada di bawah level terendah dari kisaran konsensus ekspektasi. Analis memperkirakan, harga emas akan berada dalam tren kenaikan dalam beberapa pekan mendatang, memnfaatkan suku bunga bunga rendah hingga menjelang pertemuan The Fed akhir tahun nanti.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$3,00 (-0,22%) menjadi US$1.341,70 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,09% menjadi US$1.336,26 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Investor Gathering 2016

Hadirilah acara Investor Gathering “Bincang Santai Pasar Modal” yang diselenggarakan oleh IndoPremier dan Bursa Efek Indonesia Sabtu, 24 September 2016 di Bangi Kopi – Blossoms Building (Gedung Milenia) Kawasan SCBD Lot. 6, Jakarta.

RSVP

Hendry Arifin 081908932517

Ladina sahara 081293688825


#PertamaDiIndonesia #Investasi #Reksadana #YukNabungReksadana #YukNabungViaChat #BeliReksadanaViaChat #InvestasiViaChat

top-10-ipotfund_23-9

Market Brief: Global Cenderung Menguat, IHSG Diprediksi Mixed Berpotensi Naik

Ipotnews – Jelang akhir pekan, Jumat (23/9), bursa saham Asia dibuka mixed, yang ditandai dengan penurunan di bursa saham Jepang, di tengah penguatan indeks saham di bursa Australia dan Korea Selatan. Bursa Eropa dan AS ditutup dengan melanjutkan reli.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia lebih dari 0,2 persen, ditopang kenaikan harga saham sektor keuangan. Penguatan indeks berlanjut sedikit menurun menjadi 0,17% (9,34 poin) di level 5.383,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,32% (-53,57 poin) ke level 16.754,05, setelah dibuka melorot 0,4 persen. Penguatan yen berlanjut menekan harga saham-saham eksportir terutama di sektor otomotif. Pasar masih meragukan kemampuan Bank  of Tokyo untuk menurunkan yen.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,14 persen, dan berlanjut naik 0,12% menjadi 2.052,25. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,32% ke level 23.836,60. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,08% menjadi 3.044,62.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tern kenaikan indeks saham global dan regional, kecuali Jepang, setelah kemarin berhasil berjaya  di zona hijau menembus level 5,400, Sejumlah analis memperkirakan, laju IHSG akan berlanjut mengonfirmasi tren kenaikan jangka pendek. Namun berakhirnya efek kebijakan suku bunga Teh Fed dan Bank Indonesia berpotensi menyebabkan kerentanan indeks terhadap potensi  koreksi. IHSG diprediksi mixed cenderung menguat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa global dan regional, serta naiknya harga minyak mentah dunia dan diturunkannya bunga 7 days repo rate, diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat di rentang support 5.340 dan resistance 5.415.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR [UNTR 17,875 -100 (-0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp18.400, Support: Rp17.600), SMGR [SMGR 10,275 175 (+1,7%)] (Spec Buy, TP: Rp10.250, Support: Rp9.950), BDMN [BDMN 3,940 30 (+0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp3.990, Support: Rp3.830), SSIA [SSIA 585 -10 (-1,7%)](Spec Buy, TP: Rp630, Support: Rp560)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat melanjutkan reli kenaikan setelah keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dan didukung dengan rilis sejumlah data indikator ekonomi AS yang memperlihatkan perbaikan. Data penjualan rumah baru AS periode Agustus naik 0,9 persen, kendati masih dibawah ekspektassi sebesar 1,3 persen. Klaim awal angka pengangguran hingga pekan turun ke level terendah dalam dua pekan. Harga saham sektor energi dan komoditas pertambangan menguat ditopang kenaikan harga minyak. Harga saham Adobe System Inc. dan FedEx Corp naik ke kisaran 7 persen didukung kinerja keuangan yang meningkat.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,54% (98,76 poin) ke level 18.392,46.
S&P 500 naik 0,65% (14,06 poin) menjadi 2.177,18.
Nasdaq Composite Index naik melaju 0,84% (44,34 poin) ke posisi 5.339,52.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,68% menjadi US$26,62.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir dengan membukukan kenaikan tajam, didorong sentimen positif keputuan The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Indeks STOXX 600 melonjak 1,6 persen, dengan menempatkan semua sektor di teritori positif. Pelemahan dolar mendongkrak harga minyak dan komoditas pertambangan, mengangkat indeks harga saham energi dan pertambangan dasar hingga mendekati 4 persen. Keputusan Moller-Maersk untuk memisahkan divisi energi dan trasport sebagai bisnis terpisah, melambungkan harga saham perusahaan pelayaran terbesar dunia itu hingga 3 persen.

FTSE 100 London melaju 1,12% (76,63 poin) menjadi 6.911,40.
DAX 30 Frankfurt melambung 2,28% (237,69 poin) ke level 10.674,18.
CAC 40 Paris melesat 2,27% (100,27 poin) ke posisi 4.509,82.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan melanjutkan pelemahan pasca keputusan suku bunga The Fed. Tekanan terhadap dolar tertahan oleh rilis data klaim awal angka hingga pekan lalu yang mencapai 252.000, turun 8.000 dibanding angka revisi sepekan sebelumnya sebesar 260.000. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS turun 0,22 persen menjadi 95,448.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1210 0.0002 +0.02% 6:46 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3078 0.00 0.00% 6:46 PM
Yen (USD-JPY) 100.85 0.09 +0.09% 6:46 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6648 -0.0040 -0.06% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,074.00 -62.50 -0.48% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/9/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen. Para trader optimistis akan ada upaya para produsen minyak dunia untuk mengatasi masalah kelebihan pasokan minyak global dalam pertemuan OPEC di Aljazair, pekan depan. Pelemahan dolar ikut mendongkrak harga minyak.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November, naik 95 sen (2,1%) menjadi US$46,29 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman November, naik 82 sen (1,75%) menjadi US$47,65 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan, didukung oleh pelemahan indeks dolar. Reli indeks saham acuan di bursa Wallstreet, meredam laju kenaikan harga emas. Pasar menunggu rilis data indikator ekonomi AS, seperti data PDB, data penggajian sektor non-pertanian, laju inflasi untuk memperkirakan arah pergerakan suku bunga AS di masa mendatang.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 0,07% menjadi US$1.340,90 per ounce.
Harrga emas di pasar spot naik tipis 0,04% menjadi US$1.337,11 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

top-10-ipotfund_22-9

Market Brief: Global Menguat Serentak, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews – Bursa saham Asia pagi ini (22/9) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Eropa da AS, ditopang keputusan rapat Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada September ini dan mengisyaratkan kenaikan pada Desember mendatang.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Asutralia sebesar 0,8% pada sesi awal perdagangan. Hampir semua sektor mencatatkan kenaikan indeks, dimotori kenaikan harga saham sektor energi, komoditas pertambangan dan keuangan. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,73% (39,04 poin) di posisi 5.378,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi Korea Selatan, melesat 1,07% ke level 2.057,80, setelah dibuka melaju 0,69 persen. Bursa saham Jepang yang kemarin membukukan kenaikan indeks mendekati 2 persen, hari ini tutup mengikuti hari libur nasional.

Menyusul kemudian Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,06% ke posisi 23.920,18. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,41% menjadi 3.038,42.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional menyambut hasil rapat kebijakan The Fed, setelan kemarin berhasil keluar dari tekanan aksi jual pada awal perdagangan dan ditutup di zona hijau. Sejumlah analis memperdiksi, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan menembus level 5.400. Laju indeks kemungkinan akan sedikit tertunda karena investor menunggu keputusan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai besaran suku bunga BI 7-Day (Reserve) Repo.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa global dan regional pasca keputusan suku bunga The Fed serta naiknya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat di rentang support 5.295 dan resistance 5.390.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TINS [TINS 790 45 (+6,0%)] (Spec Buy, TP: Rp820, Support: Rp760), BSDE [BSDE 2,150 30 (+1,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.200, Support: Rp2.100), BBNI [BBNI 5,475 25 (+0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp5.550, Support: Rp5.400), KAEF [KAEF 2,310 290 (+14,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.600, Support: Rp2.020).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan tajam setelah hasil rapat The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan menunggu lebih banyak data yang menunjukkan kemajuan ekonomi AS. Fokus pasar bergeser ke rapat Fed Desember menandatang yang dinilai sebagai kesempatan terakhir untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini dengan probabilitas 63 persen. Harga saham sektor energi melambung hingga 2,1% didorong kenaikan harga minyak dunia.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,97% (163,74 poin) ke level 18.293,7.
Standard & Poor’s 500 melesat 1,09% (23,36 poin) menjadi 2.163,12.
Nasdaq Composite naik 1,03% (53,83 poin) di posisi 5.295,18.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melonjak 3,08% menjadi US$26,44.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat menjelang berakhirnya rapat kebijakan moneter TheFed. Harga saham sektor keuangan naik hingga 2 persen, mendorong kenaikan indeks Stoxx Europe 600 sebesar 0,43% menjadi 342,46. Keputusan Bank of Japan untuk mengadopsi target suku bunga jangka panjang dengan menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga, ikut mendongkrak harga saham perbankan. Kenaikan harga minyak mendorong kenaikan harga saham energi dan komoditas pertambangan.

FTSE 100 London naik tipis 0,06% (3,98 poin) menjadi 6.834,77.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,41% (42,63 poin) di posisi 10.436,49.
CAC 40 Paris melaju 0,48% (20,95 poin) ke level 4.409,55.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah setelah The Fed merilis hasil rapat kebijakan yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga federal fund, menunggu bukti lebih lanjut kemajuan ekonomi AS untuk menuju targetnya. The Fed mengatakan, risiko jangka pendek terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat “terlihat cukup seimbang,” yang dinilai sebagai isyarat untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Investor tetap skeptis terhadap kemampuan untuk menumbuhkan inflasi melalui langkah-langkah baru yang diputuskan dalam rapat Bank of Japan, kemarin.  Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju mitra dagang AS, turun 0,37 persen menjadi 95,660.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

 

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1191 0.0002 +0.02% 6:46 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3036 0.0004 +0.03% 6:46 PM
Yen (USD-JPY) 100.39 0.07 +0.07% 6:52 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6688 -0.0032 -0.05% 11:11 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,136.50 -8.50 -0.06% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/9/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen, setelah rilis data persediaan minyak mentah AS. , yang turun ke level terendah sejak Februari. Stok minyak mentah AS turun 6,2 juta barel menjadi 504,6 juta barel pekan lalu, jauh dibawah prediksi pasar sebesar 3,25 juta barel, meskipun masih di bawah prediksi American Petroleum Institute sebesar 7,5 juta barel. Sementara itu, impor minyak mentah AS meningkat 3,1% ke 8,31 juta barel per hari pada pekan lalu, dan produksi meningkat 0,2% menjadi 8,51 juga bph. Pelemahan dolar ikut mendongkrak harga minyak.

Harga minyak WTI untuk penyerahan November naik US$1,29 (2,9%)  ke level US$45,34 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman November naik 95 sen (2,1%) menjadi US$46,83 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi meningkat tajam didukung antisipasi investor terhadap pengumuman hasil rapat kebijakan The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga pada September ini. Kenaikan harga emas mulai terjadi sejak awal pembukaan bursa komoditas, setelah rapat kebijakan bank sentral Jepang memutuskan untuk mengadopsi target untuk suku bunga jangka panjang, dan diperkuat dengan keputusan hasil rapat The Fed.  Pelemahan dolar mendongkrak harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$13,2 (1,00%) menjadi US$1.331,4 per ounce.
Harga emas di pasar spot melaju 1,4% menjadi US$1.333,03 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

top-10-ipotfund_21-9

top-10-ipotfund_20-9

Market Brief: AS dan Asia Turun Tipis, IHSG Mixed Berpeluang Menguat

Ipotnews – Bursa saham Asia hari ini (20/9) dibuka sedikit melemah melanjutkan tren penurunan tipis indeks saham Wall Street. Pasar menunggu rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dan Bank of Japan yang dimulai hari ini.

Mengawali perdagangan saham hari ini indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 0,12 persen pada sesi perdagangan awal. Hampir semua sektor mengalami penurunan indeks dipimpin kejatuhan indeks sektor energi hingga lebih dari 1 persen, akibat kejatuhan harga minyak pada pembukaan Asia. Pelemahan indeks berlanjut turun 0,14% (-7,50 poin) ke level 5.289,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga bergerak melemah 0,14% (-25,42 poin) di posisi 16.493,87, setelah dibuka turun 0,35 persen. Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar menjadi faktor penekan penurunan indeks.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melemah 0,24% dan berlanjut mereda menjadi -0,07% di posisi 2.014,40. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,24% ke level 23.494,01. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,04% ke posisi 3.027,17.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan tipis di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan pasar akan berupaya melanjutkan reli kenaikan IHSG ke atas level 5.400, melanjutkan tren penguatan jangka pendek, seiring dengan meredanya gempuran capital outflow. Namun tekanan bursa global yang bergerak mendatar dengan kecenderungan menurun akan mempengaruhi laju indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya serta masih adanya dorongan dari program pengampunan pajak diprediksi menjadi senitmen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat di rentang support 5.285 dan resistance 5.355.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPKR [LPKR 1,065 25 (+2,4%)] (Spec Buy, TP: Rp1.090, Support: Rp1.040), JSMR [JSMR 4,830 280 (+6,2%)] (Spec Buy, TP: Rp5.075, Support: Rp4.580), ASII [ASII 8,225 250 (+3,1%)] (Spec Buy, TP: Rp8.350, Support: Rp8.100), LPPF [LPPF 19,550 1150 (+6,3%)] (Spec Buy, TP: Rp20.400, Support: Rp18.700).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan mencatatkan pergerakan tipis cenderung melemah karena investor bersiap untuk pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini. Sejumlah analis memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan ini, tetapi investor masih menunggu  pidato pimpinn The Fed Janet Yellen untuk menilai rencana kenaikan suku bunga bank sentral. Investor juga menunggu hasil rapat kebijakan Bank Sentral Jepang hari ini dan besok.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,02% (-3,63 poin) ke posisi 18.120,17.
Standard & Poor’s 500 susut 0,04 poin ke level 2.139,12.
Nasdaq Composite turun 0,18% (-9,54 poin) ke level 5,235,03.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,26% menjadi US$25,76.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan rebound, didoronng kenaikan harga saham di sektor komoditas. Harga saham gabungan 600 saham unggulan Eropa, Stoxx Europe 600 menguat 1 persen. Seluruh sektor saham indeks menguat, dipimpin oleh sektor tambang, energi, dan otomotif. Saham produsen mobil melonjak paling tajam dalam hampir enam pekan terakhir setelah penurunan mingguan terburuk sejak April. Harga saham energi dan komoditas menguat ditopang kenaikan harga minyak. Perhatian investor beralih ke pertemuan Federal Reserve pekan ini, dengan ekonom dan investor mengharapkan bank sentral tidak akan mengubah kebijakan.

FTSE 100 London melambung 1,54% (103,27 poin) ke posisi 6.813,55
DAX 30 Frankfurt melaju 0,95% (97,70 poin) menjadi 10.373,87.
CAC 40 Paris melesat 1,43% (61,74 poin) ke level 4.394,19.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi melemah karena pasar mengekspektasikan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan jelang akhir pekan ini. Namun pasar tetap mencermati hasil pertemuan tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga AS. Investor juga mengekspektasikan pertemuan bank sentral Jepang mulai hari ini tidak akan menghasilkan kebijakan yang akan memperlemah yen. Kenaikan harga minyak dan komoditas mendongkrak nilai tukar mata uang berbasis komoditas. Indeks Dolar, turun 0,26 persen menjadi 95,859.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.1178 0.0003 +0.03% 6:52 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.3038 0.0008 +0.06% 6:52 PM
Yen (USD-JPY) 101.85 -0.08 -0.08% 6:53 PM
Yuan (USD-CNY) 6.6685 -0.0062 -0.09% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 13,152.00 -3.00 -0.02% 4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/9/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak naik ditopang ekspektasi pasar bahwa OPEC akan mendukung perbaikan harga minyak. Harga minyak bergerak naik setelah Presiden Venezuela, pada Minggu kemarin mengatakan, negara-negara OPEC dan non-OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk menstabilkan pasar minyak. Menurutnya pasokan minyak global perlu diturunkan sepersepuluh untuk menyesuaikan dengan tingkat konsumsi. Negara-negara anggota OPEC dan Rusia dijadwalkan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional di Aljazair yang dimulai pada 26 September hingga 28 September. Pelemahan dolar ikut mendongkrak harga minyak.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Oktober, naik 27 sen menjadi US$43,30 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman November, naik 22 sen menjadi US$45,95 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penguatan ditopang pelemahan nilai tukar dollar AS. Pasar mengekspektasikan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada September ini. Kenaikan harga minyak terhambat oleh rilis National Association of Home Builders yang menunjukkan Indeks Pasar Perumahan AS naik 6 poin menjadi 65 pada September lalu, terbaik sejak Oktober 2005.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$7,6 (0,58%) menjadi US$1.317,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.313,11 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)